Wednesday, 7 May 2014

Sekuensi Bahan Ajar

Salah satu isi yang terdapat dalam kurikulum ialah bahan ajar. Oleh karena itu, muatan-muatan materi ajar harus disesuaikan dengan kurikulum yang disusun. Dalam penyusunan ini, perluh diperhatikan sekuensi bahan ajar.
Sekuen (sequence) adalah sederetan pernyataan-pernyataan yang urutan dan pelaksanaan eksekusinya runtut, yang lebih dahulu ditemukan (dibaca) akan dikerjakan (dieksekusi) lebih dulu,  bila urutan pernyataan dibalik, akan mempunyai makna yang berbeda.
Jadi, sekuensi bahan ajar adalah susunan materi bahan ajar yang akan disampaikan secara runtut,  atau materi yang diberikan secara bertahap.

Ada beberapa cara menyusun sekuens bahan ajaran, yaitu :

Friday, 28 March 2014

Meningkatkan Kemampuan Intelegensi

Sebagian besar ahli mengatakan kemampuan otak digambarkan oleh kemampuan intelegensi. Kemampuan ini merupakan modal dasar yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Modal ini yang kemudian dipercaya berkembang untuk mendatangkan keberhasilan. Atau dengan kata lain, semakin besar intelegensi seseorang, maka kemampuannya bekermbang juga semakin baik.

Berikut ini merupakan kategori kemampuan intelegensi berdasarkan hasil pengukuran IQ dengan menggunakan tes.

Friday, 21 March 2014

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar IPA SMP Kurikulum 2013

Kelas VII


KOMPETENSI INTI
 KOMPETENSI DASAR
1.    Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1  Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya
2.    Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1   Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan, dan berdiskusi
2.2  Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan
2.3   Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggungjawab dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam memilih penggunaan alat dan bahan untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan
2.4 Menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi perilaku menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan

Wednesday, 12 March 2014

Komputer Kehidupan

Suatu kali aku pernah install sebuah software di komputer. Setelah selesai ternyata tidak seseuai dengan keinginan. Berhubungan tidak suka, aplikasi tersebut ku uninstall lagi. Tapi kenyataannya softwarenya tidak bisa dibuang. Kesal mulai timbul, kutak-katik mulai terjadi, panik menyerang karena ternyata tercium oleh sang penjaga virus sebgai suatu yg mencurigakan. Berbagai ilmu yg dikuasai dikerahkan, serta jurus2 rahasia diturunkan, tak jua ampuh..Jimat terakhir berguru dengan orang yang dianggap berwewenang, dan akhirnya menyerah. Hingga akhirnya memutuskan untuk mengakhiri sistem komputer tsb. 

Pengalaman ini membawa aku dalam perenungan dan teringat sesuatu dengan kehidupan. Bagaiaman jika kehidupan ini layaknya sebuah sistem komputer? Kehidupan yang bisa di "UNDO" ketika melakukan kesalahan “penulisan” jalan kehidupan. Meng"copy" dengan mudahnya langkah orang-orang sukses serta mem"paste"kannya dalam langkah hidup untuk mencapai kesuksesan dengan mudahnya, dan bahkan ketika tidak sesuai dengan pribadi, hidup dapat dikembalikan dengan "ctrl + z".

Saturday, 8 March 2014

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

Teori belajar menurut aliran ini adalah:

  • Hasil belajar tidak disebabkan oleh kemampuan internal manusia tetapi karena faktor stimulus yang menimbulkan respon.
  • Agar hasil belajar optimal, maka stimulus harus dirancang sedemikian rupa sehinga mudah direspon siswa.
  • Siswa akan memperoleh hasil belajar apabila dapat mencari hubungan antara stimulus dan respon tersebut.


Wednesday, 5 March 2014

Hakekat Belajar

Gagne dan Berliner menyatakan bahwa belajar merupakan proses suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil pengalaman. Belajar mengandung 3 ciri, yaitu:

  • Belajar berkaitan dengan perubahan perilaku.
  • Perubahan perilaku tersebut terjadi karena didahului oleh pengalaman.
  • Perubahan perilaku yang disebabkan belajar bersifat relatif permanen.

Unsur-unsur belajar: 

Friday, 21 February 2014

Kimia Karakter

            Zat adalah sesuatu yang menempati ruang dan memiliki massa. Zat tersusun atas partikel-partikel yang sangat kecil. Partikel-partikel terkecil ini dinamakan molekul. Bahkan dalam molekul terdapat partikel yang sangat kecil yang dinamakan atom. Atom-atom tersebut tersusun membentuk molekul yang merupakan bagian terkecil zat yang masih memiliki sifat zat tersebut. Dengan kata lain, atom merupakan partikel penyusun suatu zat.
            Atom-atom ini memiliki sifat yang selalu bergerak. Jika atom-atom tersebut terikat secara rapat maka ruang geraknya relatif kecil, dan sebaliknya, jika terikat berjauhan, maka ruang geraknya akan semakin besar. Atas dasar gerakan molekul inilah membentuk wujud suatu zat. Atom yang terikat rapat akan membentuk zat dengan wujud padat, atom yang sedikit renggang akan membentuk zat cair, demikian juga jika terikat sangat renggang akan membentuk zat gas.
            Dalam pergerakan atom dalam suatu molekul, terjadi jika atom tersebut menerima atau melepaskan energi. Ketika adanya energi, atom-atom akan bergerak hingga mencapai posisi yang tepat. Pergerakan atom yang diakibatkan oleh energi tersebut dapat mengakibatkan atom terikat padat atau sebaliknya atom terikat dengan sangat renggang. Inilah yang dikatakan perubahan struktur suatu zat. Perubahan ikatan dan menimbulkan jarak atau perubahan struktur inilah yang mengakibatkan adanya perubahan wujud zat.
            Jika suatu susunan atom yang rapat menerima energi atau melepaskan energi sehingga mengakibatkan atom-atomnya menjadi renggang, inilah yang dikatakan perubahan wujud dari zat padat menjadi zat cair. Dan jika energi masih berlangsung, atom-atom semakin renggang, inilah yang akan membentuk zat cair. Demikian juga sebaliknya, inilah yang merupakan perubahan wujud zat yang dikenal dengan mencair, membeku, menguap, mengembun, menyublin, dan mengkristal.
            Seperti halnya molekul, atom-atom juga berikatan dan membentuk suatu sel. Sel-sel ini akan berikatan dan membentuk jaringan tubuh. Struktur sel ditentukan oleh atom penyusunnya. Sebagai sifat atom yang selalu bergerak, dalam sel juga atom terus bergerak. Pergerakan atom ini akan menghasilkan energi. Akibat energi yang ditimbulkan maka sel akan bekerja dan menghasilkan metabolisme dalam tubuh sehingga memberikan kehidupan bagi jaringan yang dibentuk oleh sel-sel tersebut. Inilah yang membedakan antara molekul benda mati dan benda hidup.
            Komposisi kimia; Benda hidup tersusun dari substansi hidup yang terdiri dari molekul-molekul organik yang majemuk, sering dengan berat molekul besar (lebih dari 2000). Molekul-molekul itu terdiri dari unsur C,H,O, dan N dalam jumlah yang bervariasi tetapi dengan proporsi tertentu, dan unsur kimia lain yang jumlahnya berbeda-beda. Secara bersama-sama molekul-molekul tersebut membentuk substansi hidup yang disebut protoplasma. Jadi benda hidup mempunyai protoplasma yang hidup, berarti kehidupan ada di dalam protoplasma. Benda mati juga terdiri dari unsur-unsur kimia yang sama seperti unsur-unsur kimia yang sama seperti unsur-unsur yang menyusun benda hidup, dan juga terdiri dari unsur-unsur lain, tetapi unsur-unsur itu tersusun sebagai senyawa kimia mati atau substansi mati, dengan berat molekul kurang dari 2000.
            Tiap bagian organisme hidup tersusun dari sel-sel mikroskopik dan majemuk. Sel-sel itu terhimpun menjadi sistem-sistem yang berhubungan satu dengan lain untuk terselenggaranya berbagai proses hidup. Dalam pelaksanaan proses hidup, tumbuhan dan hewan menyusun kembali unsur-unsur kimia sesuai dengan kebutuhannya. Benda mati seperti batu dan mineral tidak dapat menyusun unsur-unsur kimia sesuai dengan kebutuhannya. Benda mati seperti batu dan mineral tidak dapat menyusun unsur-unsur kimia seperti yang dikerjakan oleh tumbuhan dan hewan. Sifat dan pola struktural yang menonjol pada benda mati seperti kristal dan batu tergantung dari cara pembentukan, jenis, dan banyaknya unsur kimia yang menyusunnya.

Tulisan diatas secara ringkas menggambarkan hubungan suatu zat, yaitu wujud, struktur, dan perubahan dengan energi yang menunjukkan dasar yang membedakan benda hidup dengan benda mati.

            Jika dikaitkan dengan kehidupan manusia, sepertinya halnya suatu zat, bahwa kehidupan manusia adalah susunan oleh partikel-partikel kehidupan. Partikel kehidupan yang dimaksud bukanlah suatu jenis layaknya sebuah atom, melainkan interaksi. Karakter yang dimiliki seorang manusia ditentukan oleh “partikel” penyusunnya ini, yaitu interaksi terjadi pada manusia itu sendiri, yaitu interaksi dalam diri dan interaksi diluar diri.
            Interaksi ini bersifat bergerak dan terus bergerak sesuai dengan kebutuhannya. Kedua interaksi yang terjadi dalam manusia itu saling memengaruhi, sehingga dapat menimbulkan perubahan “struktur”, sehingga mengakibatkan adanya perbedaan karakter pada tiap manusia. Jika interaksi dalam diri lebih dominan, ini menyerupai atom-atom dalam zat padat, bahwa “partikel” interaksi akan terikat rapat, sehingga manusia yang dibentuknya “berwujud” kaku. Jika, interaksi dalam diri berbagi dengan interaksi di luar diri, maka karakternya akan lebih supel sesuai dengan wadahnya. Dan jika, interaksi di luar diri lebih dominan, ini akan membentuk “wujud” karakter yang berubah-ubah.
            Partikel interaksi ini dipengaruhi oleh energi. Energi dalam arti kemampuan menerima interaksi dalam atau luar diri. Dengan energi ini, maka struktur interaksi dalam diri manusia akan mengalami perubahan. Perubahan itu dapat ditunjukkan dengan perubahan karakter, misalnya dari yang kaku menjadi lebih membuka diri dengan manusia lain diluar dirinya.
            Ketika terjadi kontak antara interaksi dalam diri maupun interaksi luar diri, ini akan membentuk struktur substansi hidup. “Sel-sel” karakter terhimpun menjadi sistem karakter yang saling berhubungan, dan menunjukkan ciri kemanusiaan sebagai makhluk sosial, untuk terselenggaranya berbagai proses kehidupan. Dalam pelaksanaan proses hidup, partikel interaksi penyusun molekul karakter menyusun kembali unsur-unsur karakter sesuai dengan kebutuhannya. Ketidak mampuan dalam menyusun kembali unsur-unsur karakter, akan mengakibatkan individu menjadi sosok yang mati, makhluk sosialnya tidak akan terpenuhi.
            Jadi, karakter manusia merupakan suatu “zat” yang disusun oleh “molekul-molekul” karakter, dimana molekul karakter ini dibentuk oleh “atom-atom” interkasi, yaitu interaksi dalam diri dan interaksi luar diri.