Saturday, 24 January 2026

Mulutmu Harimaumu | Prompt penentu karyamu.

 Ada peribahasa lama yang melekat kuat dalam budaya kita: "Mulutmu Harimaumu". Dahulu, ungkapan ini menjadi pengingat bahwa setiap kata yang terucap dapat berbalik menjadi senjata yang melukai diri sendiri jika tidak dijaga.

Di era kecerdasan buatan (AI) saat ini, peribahasa tersebut menemukan relevansi barunya dalam bentuk keterampilan membuat instruksi, atau yang dikenal sebagai Prompt Engineering. Kini, "Prompt-mu adalah Harimaumu".

AI generatif ibarat seekor harimau: kuat, penuh potensi, dan bertenaga besar. Namun, apakah harimau itu akan menjadi penjaga yang tangguh atau justru hewan liar yang mengacaukan pekerjaan Anda, sepenuhnya bergantung pada bagaimana Anda "berbicara" padanya.


Ketika Kata-kata Menjadi Kualitas

Banyak orang menyalahkan AI ketika mendapatkan jawaban yang halusinasi, bias, atau dangkal. Padahal, seringkali masalahnya bukan pada mesinnya, melainkan pada instruksinya. Mesin hanyalah cermin dari kejelasan berpikir penggunanya.

Dalam konteks prompting, analogi ini bekerja dalam dua sisi:

1. Harimau yang Liar (Instruksi Buruk = Hasil Buruk)

Jika Anda memberikan perintah yang samar, ambigu, atau tanpa konteks, Anda seperti melepas harimau tanpa pawang.

  • Prompt Lemah: "Buatkan saya artikel tentang teknologi."

  • Hasilnya: AI akan memberikan tulisan yang sangat umum, membosankan, klise, dan mungkin tidak relevan dengan kebutuhan Anda. Harimau itu "menerkam" waktu Anda karena Anda harus mengedit ulang semuanya dari awal.

  • Bahayanya: Ketidakjelasan instruksi bisa menghasilkan data yang salah (halusinasi) atau bias yang tidak disadari, yang jika dipublikasikan, akan merusak kredibilitas Anda.

2. Harimau yang Terlatih (Instruksi Baik = Hasil Luar Biasa)

Sebaliknya, prompt yang disusun dengan logika yang runtut, konteks yang kaya, dan batasan yang jelas adalah seperti pawang yang mengendalikan kekuatan harimau untuk melakukan atraksi memukau.

  • Prompt Kuat: "Bertindaklah sebagai pakar keamanan siber. Tulis artikel opini 500 kata tentang risiko AI bagi perbankan di Indonesia, dengan nada waspada namun optimis, untuk audiens eksekutif bisnis."

  • Hasilnya: AI akan memberikan analisis yang tajam, terstruktur, dan spesifik. Harimau itu kini bekerja untuk Anda, mempercepat produktivitas dan meningkatkan kualitas ide.


Kekuatan Ada pada Detail

Filosofi "Mulutmu Harimaumu" mengajarkan kita tentang tanggung jawab. Dalam dunia AI, tanggung jawab itu bernama konteks.

Kemampuan membuat prompt bukan sekadar menyuruh robot, melainkan kemampuan mentransfer visi yang ada di kepala manusia ke dalam bahasa yang dipahami mesin. Semakin presisi "mulut" (prompt) Anda mendeskripsikan visi tersebut, semakin jinak dan patuh "harimau" (output) yang Anda dapatkan.


Contoh pada gmabar ini.

Gambar yang atas dibuat dengan prompt "Berdasarkan logo yang telah kamu buat, sekarang buatkan banner dengan ukuran  2048 x 1152 pixel dengan tampilan tulisan, deskripsi singkat, dan ajakan kepada pengunjung untuk subscribe, share, dan like. Elemen logo, dan tulisan semuanya letakkan dibagian tengah secara mendatar. "

Sementara yang bawah dibuat dengan prompt "Berdasarkan logo yang telah kamu buat, sekarang buatkan banner dengan ukuran  2048 x 1152 pixel dengan tampilan tulisan, deskripsi singkat, dan ajakan kepada pengunjung untuk subscribe, share, dan like. Elemen logo, dan tulisan semuanya letakkan sejajar dibagian tengah secara mendatar. "

Perbedaanya hanya ada di kata sejajar, namun hasilnya dapat berbeda sesuai dengan yang diinginkan.


Kesimpulan

Pada akhirnya, AI tidak menggantikan manusia yang bisa berpikir, tetapi ia akan menggantikan manusia yang tidak bisa bertanya.

Kualitas luaran dari teknologi ini berbanding lurus dengan kualitas masukan yang Anda berikan. Jadi, sebelum Anda menekan tombol enter, ingatlah kembali pepatah lama itu. Hati-hatilah menyusun kata, karena di era digital ini, prompt-mu adalah harimaumu.

Friday, 23 January 2026

Sejarah Foto Hitam Putih

Dulu, sejarah mencatat foto pertama sekali yang dihasilkan dalam bentuk warna hitam dan putih. Seiring kecanggihan telnologi, saat ini kita bisa menikmati hasil foto dengan warna yang sesuai dengan warna aslinya. 
Walau kita dimanjakan dengan warna yang semakin memikat dalam foto, namun salah satu filter kamera atau fitur dalan edit foto selalu menediakan fitu warna hitam putih untuk meghasilkan foto hima putih.

Menfapa demikian?
Funfactnya: Foto hitam putih seringkali dianggap lebih memiliki "jiwa" atau nilai artistik karena memaksa mata kita fokus pada tekstur, kontras, dan komposisi tanpa terganggu oleh warna. 




Tapi tahukah kamu, mengapa dulu, setiap foto hanya bisa diabadikan dengan warna hitam dan putih saja?

Cek Tongsis Selfie Tripod Lampu LED Bluetooth 4 In 1 dengan remote control/ Selfie Stick Portable Flexible lampu LED/ Selfie Stick 360º dengan harga Rp38.000. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/10wtYrtGyd?share_channel_code=2 

 

​Alasan utamanya terletak pada proses kimia yang digunakan untuk menangkap cahaya.


​1. Kepekaan Perak Halida

​Pada masa awal fotografi, bahan kimia yang digunakan adalah garam perak (perak halida). Zat ini sangat sensitif terhadap intensitas cahaya. Ketika terkena cahaya, perak halida akan berubah menjadi perak metalik yang berwarna gelap. Hasilnya adalah gambar yang hanya menunjukkan variasi antara terang (cahaya banyak) dan gelap (cahaya sedikit).


​2. Kompleksitas Spektrum Warna

​Warna cahaya memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. Untuk menangkap warna, para ilmuwan harus menemukan bahan kimia yang tidak hanya bereaksi terhadap cahaya, tetapi juga bisa membedakan antara merah, hijau, dan biru. Teknologi ini jauh lebih sulit dan baru mulai stabil pada pertengahan abad ke-20 (seperti film Kodachrome).


​3. Biaya dan Kecepatan

​Proses cuci cetak foto hitam putih jauh lebih murah, lebih cepat, dan lebih awet dibandingkan foto warna pada masa awal penemuannya. Itulah sebabnya, meskipun teknologi warna sudah ada sejak awal 1900-an, foto hitam putih tetap menjadi standar hingga tahun 1960-an.

Kesimpulannya, foto hitam putih selain memiliki "jiwa", ternyata lebih murah dan awet. Jadi, jangan ragu abadikan momenmu dengan variasi warna, termasuk hitam putih ya.

Wednesday, 14 May 2025

Mengenal “Awakutu”: Istilah Keren Bahasa Indonesia untuk Debugging

Di dunia komputer dan pemrograman, istilah debugging sudah sangat akrab di telinga para programmer dan pelajar informatika. Namun, tahukah kamu bahwa dalam bahasa Indonesia, kita punya padanan resmi untuk kata tersebut? Istilah itu adalah “awakutu”.


Apa Itu Awakutu?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), awakutu adalah istilah dalam bidang komputer yang memiliki dua makna:

  1. Tindakan mendeteksi, menemukan, dan memperbaiki kesalahan logis atau sintaksis di dalam suatu program komputer.
  2. Menghapus kesalahan pada program komputer.

Dengan kata lain, awakutu adalah proses penting yang dilakukan programmer ketika mereka ingin memastikan bahwa program atau aplikasi berjalan dengan benar, tanpa bug (kesalahan).


Asal Usul Kata Awakutu

Kata “awakutu” belum banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari, bahkan oleh komunitas teknologi sekalipun. Namun, kehadirannya dalam KBBI menandai bahwa bahasa Indonesia sedang berkembang untuk mengikuti kemajuan zaman, terutama dalam bidang teknologi dan informatika.

Meskipun tidak dijelaskan secara eksplisit asal katanya, awakutu terdengar seperti gabungan dari unsur bahasa Indonesia atau serapan kreatif yang disusun untuk mencerminkan aktivitas teknis. Bisa jadi ini bentuk rekayasa linguistik yang menyerupai padanan lokal dari istilah asing.


Kenapa Awakutu Penting?

Dalam dunia nyata, awakutu (debugging) adalah bagian vital dalam pengembangan software. Proses ini:

  1. Mendeteksi kesalahan logika atau sintaksis, seperti penulisan kode yang salah.
  2. Memastikan program berjalan sesuai fungsinya, tanpa crash atau error.
  3. Menghemat waktu dan biaya, terutama jika dilakukan sejak tahap awal pengembangan.
  4. Meningkatkan kualitas perangkat lunak, baik dari sisi performa maupun keamanan.


Contoh Awakutu dalam Kehidupan Sederhana

Bayangkan kamu membuat kalkulator sederhana menggunakan program komputer. Setelah kamu jalankan, ternyata hasil penjumlahan 2 + 2 malah keluar sebagai 5. Nah, kamu mulai mencari tahu di baris kode mana kesalahannya terjadi, lalu memperbaikinya. Inilah proses awakutu.



Awakutu dalam Dunia Pendidikan

Kata awakutu bisa dikenalkan sejak dini kepada pelajar dalam pelajaran Informatika atau TIK. Dengan menggunakan istilah ini:

  1. Kita mendorong pelestarian bahasa Indonesia di bidang teknologi.
  2. Siswa jadi lebih akrab dengan kosakata Indonesia yang resmi, bukan hanya serapan dari bahasa asing.
  3. Bahasa Indonesia terasa lebih modern dan relevan dengan perkembangan zaman.


Penutup: Yuk, Biasakan Gunakan Istilah “Awakutu”!

Walau kata awakutu masih jarang terdengar, penggunaan istilah ini bisa menjadi langkah kecil untuk membumikan bahasa Indonesia di dunia digital. Kita bisa mulai dari menyebut debugging sebagai awakutu, mengenalkannya ke siswa, bahkan menggunakannya di proyek atau tulisan teknologi.

Karena pada akhirnya, bahasa adalah cermin budaya dan kemajuan bangsa. Jika teknologi berkembang, maka bahasa pun harus ikut berkembang. Dan siapa tahu, suatu hari nanti kita bisa bilang, “Program ini error, waktunya awakutu!”


Tuesday, 13 May 2025

Petrodolar: Uang Minyak yang Menggerakkan Dunia

Pernahkah Anda mendengar istilah petrodolar? Kata ini terdengar seperti gabungan dua dunia: energi dan keuangan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), petrodolar bermakna cadangan moneter yang berlimpah dalam bentuk dolar sebagai hasil penjualan minyak ke luar negeri. Namun, lebih dari sekadar uang hasil jual-beli minyak, petrodolar memiliki dampak besar terhadap perekonomian global, kebijakan luar negeri, bahkan kekuatan geopolitik dunia.


Apa Itu Petrodolar?

Petrodolar merujuk pada dolar Amerika Serikat yang diperoleh oleh negara-negara pengekspor minyak ketika mereka menjual minyak mentahnya ke pasar internasional. Karena perdagangan minyak hampir seluruhnya dilakukan menggunakan dolar AS, negara-negara seperti Arab Saudi, Rusia, dan anggota OPEC lainnya mengumpulkan cadangan dolar dalam jumlah sangat besar.

Contoh: Pada tahun 2022, Arab Saudi menghasilkan lebih dari $326 miliar dari ekspor minyak mentah, dan semuanya dalam bentuk dolar AS. Angka ini menjadi bagian dari cadangan devisa mereka yang digunakan untuk berbagai keperluan strategis.


Asal-Usul Istilah Petrodolar

Istilah ini pertama kali populer di tahun 1970-an setelah Krisis Minyak 1973, ketika harga minyak naik drastis akibat embargo yang dilakukan oleh negara-negara Arab terhadap negara-negara Barat. Saat itu, pendapatan dari ekspor minyak melonjak, dan negara-negara pengekspor menjadi sangat kaya dalam waktu singkat — tentu saja dalam bentuk dolar AS. Inilah awal dari fenomena petrodollar boom.


Mengapa Dolar AS?

Pertanyaan penting: kenapa minyak dunia tidak dijual dalam euro, yen, atau mata uang lain?Jawabannya adalah karena adanya kesepakatan tidak tertulis dan hubungan historis antara Amerika Serikat dan negara-negara penghasil minyak, terutama Arab Saudi. Sejak tahun 1974, setelah kesepakatan bilateral, Arab Saudi menyetujui untuk menjual minyaknya hanya dalam dolar AS. Sebagai gantinya, AS menawarkan dukungan militer dan perlindungan politik. Sistem ini memperkuat dominasi dolar di pasar global dan melahirkan istilah yang kita bahas: petrodolar.


Dampak Petrodolar terhadap Ekonomi Global

  1. Dominasi Dolar AS. Karena permintaan minyak tinggi dan transaksi dilakukan dalam dolar, negara-negara di seluruh dunia membutuhkan dolar untuk membeli energi. Hal ini menciptakan permintaan konstan terhadap dolar dan memperkuat posisi AS sebagai kekuatan ekonomi global.
  2. Petrodollar Recycling. Negara-negara penghasil minyak menggunakan kembali dolar yang mereka peroleh untuk membeli surat utang AS, berinvestasi di real estate, atau membiayai proyek infrastruktur. Contoh: Sovereign Wealth Fund (Dana Kekayaan Negara) milik Norwegia dan Uni Emirat Arab dibiayai sebagian besar dari pendapatan minyak.
  3. Ketergantungan Ekonomi. Negara-negara berkembang sangat terpengaruh oleh fluktuasi harga minyak dan nilai tukar dolar. Ketika dolar menguat, harga minyak naik dalam mata uang lokal, menimbulkan inflasi di negara pengimpor minyak.



Kritik dan Tantangan Terhadap Sistem Petrodolar

Belakangan ini, sistem petrodolar menghadapi tekanan. Beberapa negara seperti China dan Rusia mendorong penggunaan mata uang alternatif seperti yuan dan ruble dalam transaksi energi. Bahkan, Arab Saudi pun mulai membuka peluang menjual minyak dalam mata uang lain, termasuk yuan. Fenomena ini dikenal sebagai de-dolarisasi, yaitu upaya mengurangi dominasi dolar dalam perdagangan global. Jika ini berhasil, sistem petrodolar yang telah eksis selama hampir lima dekade bisa saja berubah drastis.


Kesimpulan

Petrodolar bukan hanya istilah teknis dalam dunia ekonomi, melainkan simbol kekuatan, dominasi, dan pengaruh global. Ia menghubungkan drum-drum minyak yang mengalir di Timur Tengah dengan mesin-mesin keuangan di Wall Street. Memahami petrodolar adalah memahami salah satu poros kekuatan dunia saat ini. Seiring perubahan geopolitik dan transisi menuju energi terbarukan, masa depan petrodolar mungkin tak lagi semegah masa lalunya. Namun, jejak dan pengaruhnya akan tetap terasa — dalam ekonomi, diplomasi, dan tentu saja, dalam sejarah.


Monday, 12 May 2025

Mengenal "Patrun": Si Kecil Berisi Daya Ledak Besar

Saat menonton film aksi atau mendengar berita tentang latihan militer, kita sering melihat adegan senjata api digunakan. Tapi, tahukah kamu bahwa peluru yang digunakan itu sebenarnya memiliki nama khusus, yaitu patrun?

Meski kecil, patrun memiliki fungsi yang sangat penting. Artikel ini akan mengajak kamu mengenal lebih jauh tentang patrun: mulai dari pengertian, bagian-bagiannya, hingga fakta menarik seputar penggunaannya.


Apa Itu Patrun?

Patrun adalah sebutan untuk amunisi atau peluru lengkap yang terdiri dari beberapa bagian utama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), patrun diartikan sebagai:

“Tabung tembaga yang berisi mesiu dan peluru; kelongsong peluru; isi bedil.”

Dengan kata lain, patrun bukan hanya bagian ujung peluru yang mengenai sasaran, tapi seluruh isi yang dimasukkan ke dalam senjata api dan siap ditembakkan.


Bagian-Bagian Patrun

Sebuah patrun biasanya terdiri dari empat bagian utama:

  • Peluru (Bullet), bagian paling depan yang melesat keluar saat senjata ditembakkan.
  • Mesiu (Propellant), bahan peledak yang menghasilkan tekanan gas untuk mendorong peluru keluar.
  • Kelongsong (Case), tabung logam (biasanya dari tembaga atau kuningan) yang membungkus peluru dan mesiu.
  • Primer (Penyulut), bagian kecil di dasar kelongsong yang meledak saat dipukul oleh palu senjata, memicu mesiu terbakar.



Fakta Menarik Tentang Patrun

  1. Ukuran Patrun Sangat Beragam. Patrun tidak hanya berbentuk kecil seperti yang biasa kita lihat di pistol. Ada yang sangat besar, seperti peluru artileri yang digunakan di tank atau meriam militer. Sebaliknya, ada pula patrun kecil yang digunakan dalam senjata ringan.
  2. Digunakan Juga dalam Olahraga. Bukan hanya tentara atau polisi yang menggunakan patrun. Atlet dalam olahraga menembak juga menggunakannya saat berkompetisi, meskipun jenisnya biasanya disesuaikan agar aman dan presisi.
  3. Diproduksi dengan Ketelitian Tinggi. Pabrik amunisi memproduksi patrun dengan sangat presisi. Sedikit saja kesalahan bisa membuat senjata gagal menembak atau bahkan meledak di tangan pengguna.
  4. Patrun Bekas Bisa Didaur Ulang. Setelah digunakan, kelongsong patrun yang kosong bisa dikumpulkan dan didaur ulang. Bahkan banyak orang yang menggunakannya sebagai bahan kerajinan atau koleksi.


Apakah Patrun Berbahaya?

Jawabannya: Ya, jika disalahgunakan. Karena mengandung bahan peledak, patrun tidak boleh dimainkan, dipanaskan, atau dijatuhkan dengan keras. Penggunaan patrun harus dilakukan oleh orang yang berkompeten dan pada tempat yang sesuai, seperti lapangan tembak atau dalam tugas resmi aparat keamanan.


Penutup

Jadi, lain kali kalau kamu melihat peluru di film, ingatlah: itu bukan sekadar peluru, tapi sebuah patrun—si kecil penuh tenaga.

Walau kecil, patrun punya peran besar dalam dunia persenjataan dan olahraga. Mengenal apa itu patrun bisa menambah wawasan kita tentang bagaimana sebuah senjata bekerja, sekaligus mengajarkan kita tentang pentingnya keselamatan dan tanggung jawab dalam penggunaannya.



Friday, 9 May 2025

Do.la.lak : Tarian Tradisional dari Jawa Tengah

Langkah kaki berderap serempak, tangan terangkat dalam irama yang dinamis. Suara kendang, gong, dan kentrung mengalun menggugah semangat, mengiringi gerakan para penari yang mengenakan busana ala militer—lengkap dengan topi dan kacamata hitam. Di atas panggung sederhana, di tengah alun-alun, atau di pelataran rumah warga, tarian ini menari dengan penuh energi. Inilah Dolalak, tarian rakyat Purworejo, Jawa Tengah, yang tak hanya menyajikan keindahan gerak, tetapi juga menyimpan narasi panjang tentang sejarah, budaya, dan spiritualitas.


Asal Usul Dolalak

Tari Dolalak berakar dari kehidupan rakyat. Awalnya, tarian ini merupakan tiruan dari gerakan baris-berbaris tentara Belanda yang pernah menduduki wilayah Jawa. Masyarakat lokal mengadopsi gerakan itu, memadukannya dengan iringan musik tradisional, hingga lahirlah pertunjukan bernama Dolalak. Nama ini diyakini berasal dari notasi musik “do-la-la-la” yang mendominasi nada-nada pengiringnya.

Ciri khas Dolalak terletak pada gerakan ritmis yang sederhana namun penuh semangat, kostum unik yang menyerupai seragam kolonial, serta iringan musik tradisional yang menggema penuh vitalitas. Tidak hanya itu, dalam pementasan tertentu, Dolalak juga disertai unsur spiritual, seperti trance atau kesurupan, yang dianggap sebagai bentuk ekspresi jiwa dan komunikasi dengan alam gaib.

Dolalak telah berkembang dari waktu ke waktu. Dari yang semula didominasi oleh penari laki-laki, kini para perempuan pun ambil bagian, bahkan tampil dominan di berbagai pertunjukan seni. Dolalak telah naik panggung dalam festival nasional hingga internasional, menjadi simbol kebanggaan warga Purworejo.



Saatnya Kita Turut Menari Menjaga Warisan Ini

Namun, seperti banyak kesenian tradisional lainnya, Dolalak juga menghadapi tantangan zaman. Budaya pop, gawai, dan tarian viral modern mendesak ruang ekspresi tradisional ke tepi. Anak-anak muda kini lebih mengenal dance challenge di TikTok daripada tari Dolalak yang mengakar kuat pada jati diri bangsa.

Mari kita tidak sekadar menjadi penonton. Jadilah bagian dari pelestarian Dolalak. Ajak anak-anak muda menonton pertunjukannya. Dokumentasikan dan unggah ke media sosial. Undang kelompok Dolalak tampil di sekolah atau kampus. Jika Anda guru, jadikan ini sebagai tema proyek budaya. Jika Anda pelajar, mungkin inilah waktunya membuat karya kreatif dari akar budaya sendiri.

Dolalak bukan sekadar tarian—ia adalah wajah masa lalu yang menyapa masa depan. Ia bukan sekadar hiburan, melainkan jati diri yang bergerak, menari dalam denyut kehidupan masyarakat.


Menjaga Dolalak adalah menjaga identitas. Menari bersama Dolalak adalah menari bersama sejarah, semangat rakyat, dan ruh kebudayaan. Jangan biarkan tarian ini menjadi sunyi dalam arsip, mari hidupkan kembali geraknya di lapangan, panggung, dan hati kita.


Thursday, 8 May 2025

De.fe.rens: Sikap Menghormati untuk Kehidupan

Tahukah kamu!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), deferens, merupakan (n) rasa hormat dan percaya kepada seseorang karena lebih tinggi kemampuanny, derajatnya, atau lebih tua daripada kita

Sikap deferens terlihat ketika seorang murid menghormati gurunya, seorang anak mendengarkan nasihat orang tua, atau seorang karyawan menunjukkan penghargaan kepada atasannya. Ini bukan soal tunduk membabi buta, melainkan tentang menghargai pengalaman, ilmu, dan kebijaksanaan orang lain.


Kata Lain : Vas Deferens

Ada kata lain yang menggunakan kata deferens, salah satunya dalam dunia biologi, kita mengenal vas deferens, yaitu saluran pada sistem reproduksi pria yang mengangkut sperma dari epididimis menuju uretra saat ejakulasi. Fungsinya sangat penting, karena tanpanya, proses kehidupan baru tidak bisa terjadi.


Menariknya, kedua makna ini—meskipun berbeda dunia—sama-sama bicara tentang perjalanan penting. Vas deferens mengantarkan kehidupan baru melalui sperma, sedangkan deferens sebagai sikap membawa kita pada kehidupan yang lebih bermakna melalui penghormatan kepada sesama.


Hormat Itu Menghidupkan

Kita hidup di zaman yang cepat, kadang lupa bahwa menghargai orang lain adalah bagian dari “mengantarkan kebaikan.” Sama seperti vas deferens yang bekerja dalam diam, sikap hormat pun tak selalu terlihat, tapi dampaknya besar. Anak yang menghormati gurunya, murid yang percaya pada nasihat orang tua, atau siapa pun yang tahu tempatnya, sedang melakukan proses “pengangkutan nilai.”

Jangan anggap sepele rasa hormat. Karena seperti vas deferens yang menjadi jalur penting dalam kehidupan, deferens sebagai sikap adalah jalur menuju hubungan sosial yang sehat dan masa depan yang lebih baik.

Sikap deferens bukan kelemahan. Justru di sanalah letak kekuatan kita sebagai manusia yang tahu bagaimana menghargai sesama. Sama seperti tubuh membutuhkan vas deferens agar kehidupan bisa diteruskan, masyarakat pun butuh deferens agar harmoni dan kebaikan bisa tumbuh.

Jadi, jangan ragu untuk menghormati. Karena menghargai orang lain, pada akhirnya, adalah bentuk tertinggi dari menghargai diri sendiri.