Dulu, sejarah mencatat foto pertama sekali yang dihasilkan dalam bentuk warna hitam dan putih. Seiring kecanggihan telnologi, saat ini kita bisa menikmati hasil foto dengan warna yang sesuai dengan warna aslinya.
Cek Tongsis Selfie Tripod Lampu LED Bluetooth 4 In 1 dengan remote control/ Selfie Stick Portable Flexible lampu LED/ Selfie Stick 360º dengan harga Rp38.000. Dapatkan di Shopee sekarang! https://s.shopee.co.id/10wtYrtGyd?share_channel_code=2
Alasan utamanya terletak pada proses kimia yang digunakan untuk menangkap cahaya.
1. Kepekaan Perak Halida
Pada masa awal fotografi, bahan kimia yang digunakan adalah garam perak (perak halida). Zat ini sangat sensitif terhadap intensitas cahaya. Ketika terkena cahaya, perak halida akan berubah menjadi perak metalik yang berwarna gelap. Hasilnya adalah gambar yang hanya menunjukkan variasi antara terang (cahaya banyak) dan gelap (cahaya sedikit).
2. Kompleksitas Spektrum Warna
Warna cahaya memiliki panjang gelombang yang berbeda-beda. Untuk menangkap warna, para ilmuwan harus menemukan bahan kimia yang tidak hanya bereaksi terhadap cahaya, tetapi juga bisa membedakan antara merah, hijau, dan biru. Teknologi ini jauh lebih sulit dan baru mulai stabil pada pertengahan abad ke-20 (seperti film Kodachrome).
3. Biaya dan Kecepatan
Proses cuci cetak foto hitam putih jauh lebih murah, lebih cepat, dan lebih awet dibandingkan foto warna pada masa awal penemuannya. Itulah sebabnya, meskipun teknologi warna sudah ada sejak awal 1900-an, foto hitam putih tetap menjadi standar hingga tahun 1960-an.
Kesimpulannya, foto hitam putih selain memiliki "jiwa", ternyata lebih murah dan awet. Jadi, jangan ragu abadikan momenmu dengan variasi warna, termasuk hitam putih ya.
EmoticonEmoticon