Showing posts with label edukasi. Show all posts
Showing posts with label edukasi. Show all posts

Friday, 9 May 2025

Do.la.lak : Tarian Tradisional dari Jawa Tengah

Langkah kaki berderap serempak, tangan terangkat dalam irama yang dinamis. Suara kendang, gong, dan kentrung mengalun menggugah semangat, mengiringi gerakan para penari yang mengenakan busana ala militer—lengkap dengan topi dan kacamata hitam. Di atas panggung sederhana, di tengah alun-alun, atau di pelataran rumah warga, tarian ini menari dengan penuh energi. Inilah Dolalak, tarian rakyat Purworejo, Jawa Tengah, yang tak hanya menyajikan keindahan gerak, tetapi juga menyimpan narasi panjang tentang sejarah, budaya, dan spiritualitas.


Asal Usul Dolalak

Tari Dolalak berakar dari kehidupan rakyat. Awalnya, tarian ini merupakan tiruan dari gerakan baris-berbaris tentara Belanda yang pernah menduduki wilayah Jawa. Masyarakat lokal mengadopsi gerakan itu, memadukannya dengan iringan musik tradisional, hingga lahirlah pertunjukan bernama Dolalak. Nama ini diyakini berasal dari notasi musik “do-la-la-la” yang mendominasi nada-nada pengiringnya.

Ciri khas Dolalak terletak pada gerakan ritmis yang sederhana namun penuh semangat, kostum unik yang menyerupai seragam kolonial, serta iringan musik tradisional yang menggema penuh vitalitas. Tidak hanya itu, dalam pementasan tertentu, Dolalak juga disertai unsur spiritual, seperti trance atau kesurupan, yang dianggap sebagai bentuk ekspresi jiwa dan komunikasi dengan alam gaib.

Dolalak telah berkembang dari waktu ke waktu. Dari yang semula didominasi oleh penari laki-laki, kini para perempuan pun ambil bagian, bahkan tampil dominan di berbagai pertunjukan seni. Dolalak telah naik panggung dalam festival nasional hingga internasional, menjadi simbol kebanggaan warga Purworejo.



Saatnya Kita Turut Menari Menjaga Warisan Ini

Namun, seperti banyak kesenian tradisional lainnya, Dolalak juga menghadapi tantangan zaman. Budaya pop, gawai, dan tarian viral modern mendesak ruang ekspresi tradisional ke tepi. Anak-anak muda kini lebih mengenal dance challenge di TikTok daripada tari Dolalak yang mengakar kuat pada jati diri bangsa.

Mari kita tidak sekadar menjadi penonton. Jadilah bagian dari pelestarian Dolalak. Ajak anak-anak muda menonton pertunjukannya. Dokumentasikan dan unggah ke media sosial. Undang kelompok Dolalak tampil di sekolah atau kampus. Jika Anda guru, jadikan ini sebagai tema proyek budaya. Jika Anda pelajar, mungkin inilah waktunya membuat karya kreatif dari akar budaya sendiri.

Dolalak bukan sekadar tarian—ia adalah wajah masa lalu yang menyapa masa depan. Ia bukan sekadar hiburan, melainkan jati diri yang bergerak, menari dalam denyut kehidupan masyarakat.


Menjaga Dolalak adalah menjaga identitas. Menari bersama Dolalak adalah menari bersama sejarah, semangat rakyat, dan ruh kebudayaan. Jangan biarkan tarian ini menjadi sunyi dalam arsip, mari hidupkan kembali geraknya di lapangan, panggung, dan hati kita.


Friday, 13 March 2015

Analisis Butir Soal Dengan Menggunakan SPSS

Analisis butir soal tes merupakan cara untuk mengetahui kualitas soal yang diujikan secara statistik. Analisis butir soal tes memiliki empat kriteria, yaitu
1. Validitas
2. Reliabelitas
3. Tingkat Kesukaran
4. Daya Pembeda

Untuk mempermudah dalam analisis ini dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS for Windows.
Berikut cara analisis menggunakan aplikasi SPSS tersebut.

Pertama sekali, siapkan data dengan mengkoreksi lembar jawaban siswa yang telah diujikan dengan memberikan skor "1" untuk jawaban benar dan skor "0" untuk jawaban salah, <dapat dibuat dalam aplikasi M.Excel> seperti contoh berikut ini

Wednesday, 18 February 2015

Sertifikasi Guru, apakah untuk kesejahteraan guru atau keterpurukan guru?

"Kami berdua memutuskan untuk mengunjuk Bapak (wakil kepala sekolah) yang mengambil jam tambahan dari luar sekolah tersebut", bunyi isi sebuah pesan singkat yang masuk dikirimkan kepada "bapak" yang dimaksudkan diatas. Pesan singkat ini terjadi akibat dari ketidaksepakatan dalam mengambil keputusan untuk menambah jam mengajar dari sekolah lain dalam upaya pemenuhan beban mengajar 24 jam tatap muka. Ada kesan untuk memaksakan "bapak" tersebut yang harus mengambil jam dari sekolah lain, sementara "si Bapak" merupakan wakil kepala sekolah. Secara singkat terjadi perbedaan pendapat yang berakibat keretakan kerjasama sebagai mitra dalam satu sekolah.

Friday, 12 December 2014

Program Pilot DIO untuk Guru (Program Baru dari Padamu Negeri)

PADAMU DIKLAT INTERAKSI ONLINE (PADAMU DIO)
Program DIO merupakan bagian dari PKB (Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan) secara Online bagi seluruh Guru dan Kepala Sekolah mulai tahun 2015 nanti. Sebagai rintisan dan persiapan awal akan dilaksanakan Pilot DIO secara terbatas yang berlangsung mulai 15 Desember 2014 hingga 30 Desember 2014. 

Pada Pilot DIO 2014 akan melibatkan 50an sekolah inti KKG/MGMP sebagai PB (Pusab Belajar) yang tersebar di beberapa kab/kota. Sekolah inti KKG/MGMP adalah sebagai tempat PB (Pusat Belajar) berkumpulnya para peserta DIO (maksimal 25 peserta per PB) khususnya saat sesi video conference berlangsung. Jadwal video conference ditentukan oleh para pengajar kelas Pilot DIO yang berasal dari 6 P4TK, antara lain: P4TK Bahasa, P4TK IPA, P4TK Penjas-BK, P4TK TK-PLB, P4TK PPKN-IPS, dan P4TK BOE.

Perubahan Penggunaan Nama Sekolah Internasional di Indonesia

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 31 Tahun 2014 tentang Kerja Sama Penyelenggaraan dan Pengelolaan Pendidikan oleh Lembaga Pendidikan Asing dengan Lembaga Pendidikan di Indonesia. Terhitung mulai 1 Desember 2014, seluruh sekolah berlabel internasional di Indonesia harus mengganti nama menjadi Satuan Pendidikan Kerja Sama (SPK).

Sampai dengan tanggal 2 Desember 2014, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan 174 surat izin SPK untuk sekolah yang sebelumnya berstatus sekolah internasional (91 SD dan 83 SMP) dan 19 surat izin SPK untuk sekolah yang sebelumnya berstatus Sekolah Nasional Plus (11 SD dan 8 SMP).
Berikut daftar sekolah yang telah mendapatkan surat izin SPK tersebut (Per 2 Desember 2014):


Thursday, 11 December 2014

Menuju 10 Tahun Perjalanan Profesionalitas Guru

Menuju 10 tahun perjalanan "sertifikasi" profesional guru. Sepanjang perjalanannya, sedikitnya membawa pro dan kontra terkait dengan hak dan kewajiban guru yang telah di sertifikasi. 
Sebagai contoh:
"Seorang guru, sebut saja guru A mengajar di salah satu sekolah. Sebelum mendapatkan pelatihan sertifikasi guru tersebut melaksanakan tugas dengan kinerja rendah, dengan berbagai alasan dan salah satunya masalah kesejahteraan. Kemudian hingga guru tersebut mendapatkan giliran untuk mengikuti program sertifikasi. Setelah dinyatakan lulus dan menjada guru profesional, kinerja guru tersebut tidak mengalami peningkatan. Dalih mengenai kesejahteraan berubah menjadi alasan-alasan lain. Pada akhirnya, bak lingkaran setan, Guru tersebut sering menjadi bahan alasan bagi guru-guru yang belum sertifikasi untuk meninggalkan tugas. "Buat apa repot-repot mengajar, guru yang telah sertifikasi saja tidak beres mengajar" menjadi tren bagi guru yang belum di sertifikasi untuk mengabaikan tugasnya."

Saturday, 6 December 2014

STOP! Kurikulum 2013 dihentikan (sementara)..

Menteri Pendindidikan Dasar dan Kebudayaan resmi menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013. Berdasarkan Surat Menteri No. 179432/MPK/KR/2014 tanggal 5 Desember 2014.
Penghentian pelaksanaan kurikulum 2013 dilaksanakan dalam 2 kategori, yaitu:
  1. Sekolah-sekolah yang baru melaksanakan Kurikulum 2013 satu semester pada Tahun Ajaran 2014/2015 kembali menggunakan Kurikulum 2006.
  2. Sekolah yang telak melaksanakan Kurikulum 2013 semenjak T.P 2013/2014 (tiga semester) tetap menerapkan  Kurikulum 2013 dan sekaligus sebagai sekolah pengembangan dan percontohan penerapan Kurikulum 2013.
Berdasarkan Surat tersebut, Menteri menyampaikan bahwa sebenarnya Kurikulum 2013 tidak diberhentikan secara total namun menghenatikan sementara. Kemendikbud akan melakukan perbaikan mendasar terhadap Kurikulum 2013 agar dapat dijalankan dengan baik oleh guru-guru di dalam kelas, serta menjadikan proses belajar disekolah sebagai proses yang menyenangkan bagi siswa-siswa kita.

Saturday, 29 November 2014

Ujian Nasional 2015

Koordinator Indonesia Corruption Watch, Ade Irawan, mengatakan telah bertemu dengan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar-Menengah Anies Baswedan untuk memberikan catatan khusus terhadap permasalahan pendidikan di Indonesia (Menteri Anies Ditantang ICW Hapus Ujian Nasional  - Tempo.co).

Meski mendapat sorotan dari berbagai pihak, namun sepertinya Pemerintah kembali menyelenggarakan ujian nasional di tahun 2015. Hal ini didukung dengan keluarnya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 144 Tahun 2014. Berdasarkan peraturan tersebut terdapat kriteria sebagai berikut:


Friday, 28 November 2014

Sertifikat Pendidik dan Kewenangan Mengajar Guru Berdasarkan Kurikulum 2013

Dengan dilaksanakannya Kurikulum 2013 di sekolah, terdapat beberapa perubahan mata pelajaran antara Kurikulum 2006 dengan Kurikulum 2013 yang mengakibatkan perbedaan jenis guru yang dibutuhkan. Perubahan tersebut antara lain mata pelajaran yang tidak lagi tercantum dalam Kurikulum 2013, seperti: TIK di SMP/SMA; IPA, IPS, KKPI, dan Kewirausahaan di SMK; mata pelajaran yang baru muncul pada Kurikulum 2013, seperti Prakarya di SMP, dan Prakarya dan Kewirausahaan di SMA/SMK; dan perubahan mata  pelajaran  peminatan  kejuruan  sesuai  Surat  Edaran  Dirjen  Pendidikan  Menengah  Nomor 7013/D/KP/2013 Tentang Spektrum Keahlian Pendidikan Menengah Kejuruan.


Thursday, 20 November 2014

Program Indonesia Pintar (PIP) Melalui Jalur Dapodikdas Untuk Tingkat Pendidikan Dasar

Presiden Joko Widodo menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat untuk Membangun Keluarga Produktif.

Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah diinstruksikan untuk menyediakan Kartu Indonesia Pintar dan menyalurkan manfaatnya kepada penerima Program Indonesia Pintar untuk siswa Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan. (REPUBLIKA.CO.ID/ 14 Nopember 2014)


Mulai tahun 2015 Program Bantuan Siswa Miskin, atau yang dikenal dengan BSM akan digantikan (dilanjutkan) dengan Program Indonesia Pintar (PIP) yang dilakukan secara nasional, Mekanisme seleksi siswa penerima Program Indonesia Pintar (PIP) akan dilakukan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

Wednesday, 19 November 2014

Pedoman Pelaksanaan Upacara Bendera Hari Guru Nasional 2014 (Sekolah/ Madrasah)

A. Latar Belakang

Peran guru dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia sungguh besar dan sangat menentukan. Sejak masa penjajahan, guru selalu menanamkan kesadaran akan harga diri sebagai bangsa dan menanamkan semangat nasionalisme kepada peserta didik dan masyarakat. Pada tahap awal kebangkitan nasional, para guru aktif dalam organisasi pemuda pembela tanah air dan pembina jiwa serta semangat para pemuda pelajar.

Guru merupakan salah satu faktor yang strategis dalam menentukan keberhasilan pendidikan yang meletakkan dasar serta turut mempersiapkan pengembangan potensi peserta didik untuk masa depan bangsa. Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen mengamanatkan bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Pedoman Pelaksanaan Hari Guru Nasional Tahun 2014 dan HUT PGRI ke-69

A. PENDAHULUAN

Kemajuan suatu bangsa tergantung dari besarnya perhatian dan upaya bangsa yang bersangkutan dalam mendidik generasi muda. Jika anak bangsa memperoleh kesempatan yang seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat dan kecakapannya, mendalami pengetahuan, serta mengembangkan disiplin, watak, kepribadian dan keluhuran budinya, maka bisa dikatakan bangsa tersebut akan memiliki masa depan yang cerah. Oleh karena itu, berbagai upaya untuk meningkatkan profesionalitas guru, harkat dan martabat bagi bangsa yang sedang membangun mutlak diperlukan.

Sebagai penghormatan kepada guru, Pemerintah Republik Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Penetapan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional, yangdikuatkan oleh Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.


Wednesday, 7 May 2014

Sekuensi Bahan Ajar

Salah satu isi yang terdapat dalam kurikulum ialah bahan ajar. Oleh karena itu, muatan-muatan materi ajar harus disesuaikan dengan kurikulum yang disusun. Dalam penyusunan ini, perluh diperhatikan sekuensi bahan ajar.
Sekuen (sequence) adalah sederetan pernyataan-pernyataan yang urutan dan pelaksanaan eksekusinya runtut, yang lebih dahulu ditemukan (dibaca) akan dikerjakan (dieksekusi) lebih dulu,  bila urutan pernyataan dibalik, akan mempunyai makna yang berbeda.
Jadi, sekuensi bahan ajar adalah susunan materi bahan ajar yang akan disampaikan secara runtut,  atau materi yang diberikan secara bertahap.

Ada beberapa cara menyusun sekuens bahan ajaran, yaitu :

Friday, 28 March 2014

Meningkatkan Kemampuan Intelegensi

Sebagian besar ahli mengatakan kemampuan otak digambarkan oleh kemampuan intelegensi. Kemampuan ini merupakan modal dasar yang dimiliki seseorang untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. Modal ini yang kemudian dipercaya berkembang untuk mendatangkan keberhasilan. Atau dengan kata lain, semakin besar intelegensi seseorang, maka kemampuannya bekermbang juga semakin baik.

Berikut ini merupakan kategori kemampuan intelegensi berdasarkan hasil pengukuran IQ dengan menggunakan tes.

Friday, 21 March 2014

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar IPA SMP Kurikulum 2013

Kelas VII


KOMPETENSI INTI
 KOMPETENSI DASAR
1.    Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
1.1  Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik dan kimiawi, kehidupan dalam ekosistem, dan peranan manusia dalam lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya
2.    Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
2.1   Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu; objektif; jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; terbuka; kritis; kreatif; inovatif dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam melakukan pengamatan, percobaan, dan berdiskusi
2.2  Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil percobaan
2.3   Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggungjawab dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi sikap dalam memilih penggunaan alat dan bahan untuk menjaga kesehatan diri dan lingkungan
2.4 Menunjukkan penghargaan kepada orang lain dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi perilaku menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan

Saturday, 8 March 2014

TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK

Teori belajar menurut aliran ini adalah:

  • Hasil belajar tidak disebabkan oleh kemampuan internal manusia tetapi karena faktor stimulus yang menimbulkan respon.
  • Agar hasil belajar optimal, maka stimulus harus dirancang sedemikian rupa sehinga mudah direspon siswa.
  • Siswa akan memperoleh hasil belajar apabila dapat mencari hubungan antara stimulus dan respon tersebut.


Wednesday, 5 March 2014

Hakekat Belajar

Gagne dan Berliner menyatakan bahwa belajar merupakan proses suatu organisme mengubah perilakunya karena hasil pengalaman. Belajar mengandung 3 ciri, yaitu:

  • Belajar berkaitan dengan perubahan perilaku.
  • Perubahan perilaku tersebut terjadi karena didahului oleh pengalaman.
  • Perubahan perilaku yang disebabkan belajar bersifat relatif permanen.

Unsur-unsur belajar: 

Friday, 7 December 2012

ANALISIS MATERI AJAR DAN PEMBELAJARAN KIMIA DI SMP NEGERI 9 PEMATANGSIANTAR

Oleh
Ion Genesis Situmorang
Pendidikan Kimia, Pascasarjana Unimed

ABSTRAK

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal  26 dan 27 September 2011 di SMP Negeri 9 Pematangsiantar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mater ajar dan Proses belajar mengajar Kimia di SMP Negeri 9 Pematangsiantar. Populasi dan sampel penelitian ini adalah SMP Negeri 9 Pematangsiantar dan Kelas VIII. Teknik analisis data yang digunakan adalah penelitian survey dengan alat pengumpul data adalah angket kepada siswa kelas VIII-6 sebanyak 30 dan angket untuk guru yang dilengkapi dengan dokumentasi dan wawancara. Hasil Penelitian ini menunjukkan masalah bahan ajar (penggunaan buku pelajaran yang belum dioptimalkan), masalah proses pembelajaran di dalam kelas (yaitu faktor siswa dan guru), masalah pemanfaatan fasilitas sekolah untuk mendunkung pembelajaran, masalah motivasi guru untuk bekerja keras untuk menghasilkan pembelajaran yang baik.
Kata Kunci : Bahan ajar, Pembelajaran Kimia, Fasilitas Belajar, Kurikulum.